Kemenangan
Gemilang Belanda dan 5 Catatan Cerita Dibalik Pertandingan Penuh Drama
Unbelievable!!! Kata yang tak henti
terucap untuk mengomentari laga big match antara Spanyol melawan Belanda, laga
yang sangat emosional (replay final Piala Dunia 2010) yang juga merupakan laga
pembuka grup B Piala Dunia 2014. Diluar dugaan sang juara bertahan Spanyol
terkapar di depan Tim Oranje Belanda dengan skor akhir 1-5 untuk kemenangan
Belanda.
Belanda membuka asa untuk unggul melalui
peluang Wesley Sneidjer yang berhadap-hadapan dengan cassilas dimenit ke-7,
namun peluang tersebut masih dapat dimentahkan iker cassilas. Belanda justru
tertinggal lebih dahulu lewat gol pinalti yang dicetak oleh Xabi Alonso,
pinalti yang diberikan wasit sempat menuai kontroversi karena pada tayangan
ulang Diego Costa jelas terlihat diving. Laga diparuh pertama ditutup oleh
sundulan spektakuler dari RVP menyambut umpan cantik dari pemain muda 24 tahun
asal Ajax Daley Blind untuk menyamakan kedudukan 1-1. Pada menit 52 publik
Belanda bersorak aksi individu Robben yang juga diawali oleh umpan cantik dari
Blind membuahkan gol kedua bagi Belanda untuk membalikkan kedudukan. Menit 64
publik semakin dibuat terlongo oleh gol yang dicetak oleh Stevan De Vrij
memanfaatkan umpan tendangan bebas dari Wesley Sneidjer menjadikan skor 1-3
untuk Belanda. Mimpi buruk nampaknya menghinggapi kubu Spanyol ketika di menit
71 Cassilas melakukan blunder yang dimanfaatkan menjadi gol oleh Van Persie dan
ia berhasil mencetak gol keduanya dipertandingan tersebut sekaligus membawa
timnya melambung dengan keunggulan 1-4. Publik pun semakin tercengang ketika
melihat Robben berhasil memenangi sprint dengan pemain belakang Spanyol dan
dengan aksi individunya kembali berhasil mencetak gol dan menenggelamkan
Spanyol dengan skor 1-5. Namun, dibalik laga yang penuh drama di Jum’at malam
tersebut terdapat catatan-catatan menarik yang layak untuk diperhatikan,
catatan-catatan tersebut yaitu :
1.
Prediksi dan
Bursa Taruhan yang hancur
Rasanya sebelum pertandingan dimulai tidak ada yang
pernah berucap Belanda akan memenangi pertandingan dengan skor 5-1. Rio Ferdinand
melalui akun twitter pribadinya mengatakan “No
one would have called this..... Spain 1-5 Holland.” Ya hasil tersebut
memang sangat mengejutkan terlebih Spanyol dengan label tim termahal di Piala
Dunia digadang-gadang akan menjadi juara dan menang mudah atas Belanda yang
memang tidak memiliki banyak pemain bintang seperti Spanyol. Belanda justru
lebih banyak mengandalkan potensi-potensi pemain muda yang dalam pertandingan
ini menunjukan determinasi yang luar biasa.
2.
Kepemimpinan
Wasit yang masih menuai kontroversi
Lagi-lagi saya harus mengatakan bahwa kepemimpinan
wasit masih belum mencapai taraf maksimal diperhelatan 4 tahunan ini. Ya,
publik Belanda sempat dibuat geram atas aksi diving Costa yang dihadiahi
pinalti dan membuat Belanda sempat tertinggal. Aksi Costa menanduk dengan
sengaja Martins Indie saat sepak pojok yang dilakukan Spanyol pun luput dari
pandangan wasit dan wasit hanya memberi peringatan kepada Costa. Namun, kinerja
wasit kali ini dapat dikatakan lebih baik dibandingkan dari 2 wasit yang
memimpin laga di grup A, wasit berhasil jeli melihat beberapa pemain Spanyol
yang melakukan diving antaranya Torres dan Jordi Alba.
3.
Sorakan
Pengkhianatan Stadion
Ada hal yang cukup menggelitik saat pertandingan
Spanyol vs Belanda dihelat, ya ketika Diego Costa striker timnas Spanyol
menggiring bola ia sontak disoraki seluruh isi stadion yang mayoritas penduduk
Brazil. Hal itu bukan tanpa alasan, seperti yang telah diketahui Costa lebih
memilih bermain untuk Spanyol dibandingkan dengan Brazil (Costa sebelumnya
harus memilih Brazil atau Spanyol karena permasalahan kewarganegaraannya)
dengan alasan Spanyol tim yang kuat dan ia ingin mengangkat trophy bersama
Spanyol. Namun sayang, di laga perdana tim yang ia pilih tersungkur dengan
penuh malu dihadapan Belanda dengan kekalahan 1-5 yang dideritanya.
4.
Muda yang
memberi warna
Kalimat diatas nampaknya cukup mewakili untuk
menggambarkan komposisi kedua tim yang berbeda, Spanyol diisi oleh
pemain-pemain bintang yang bermain di tim-tim papan atas Eropa seperti Diego Costa
(Chelsea sebelumnya Athletico Madrid), Cassilas,Ramos,Xabi Alonso (Madrid),
Iniesta, Xavi, Pique, Jordi Alba (Barcelona), dll. Pemandangan berbeda justru
terlihat di kubu Oranje yang nama besar mungkin hanya terpatri di RVP,
Robben,De Jong dan Wesley Sneidjer. Sisanya pemain-pemain muda yang mungkin
belum banyak dikenal publik secara luas. Namun, hal tersebut justru memberi
warna yang berbeda, anak-anak asuhan Van Gaal tersebut justru tampil layaknya
tanpa beban dan berhasil mempermalukan Juara bertahan dengan skor 1-5.
Khususnya penampilan Daley Blind bek sayap 24 tahun yang bermain untuk Ajax
Amsterdam menunjukkan penampilan ciamik dengan 2 assist krusial serta
penyelamatan-penyelamatan yang dilakukannya di lini belakang Belanda termasuk
mengagalkan peluang 99% gol Torres dimulut gawang Belanda di menit-menit akhir
pertandingan. Bukan hal yang tidak mungkin jika konsisten, pasca PD 2014 Blind
banyak dilirik tim-tim besar Eropa.
5.
Peramu strategi
yang handal
Salah satu akun lelucon sepak bola di twitter sempat
mengatakan bahwa yang dilakukan Spayol adalah “pass,pass,pass,pass,pass,” dan yang dilakukan Belanda “pass,pass,cross,goal”. Patut diakui
untuk pada pertandingan pertama di PD 2014 Luis Van Gaal sang arsitek timnas
Belanda melakukan hal yang luar biasa. Ia yang pasca PD 2014 akan menangani The Red Devils (Manchester United)
berhasil menempa mental bertanding anak asuhannya yang tidak terdiri dari
banyak pemain bintang. Sementara Del Bosque sang arsitek Spanyol nampaknya
harus berbenah khususnya di lini depan yang terlihat mandul. Hasilnya dapat
dilihat publik dunia berdecak kagum atas penampilan perdana Belanda dan mulai
menjagokan Belanda sebagai pesaing kuat peraih juara dunia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar